Awal desember 2004 seorang teman mengajak berkunjung ke daerah asalnya, Purworejo.
Langsung terbayang di benak saya peta Jawa Tengah
Purworejo berada di daerah tengah Jawa Tengah bagian selatan. Sebelah timur Jogja.
Tepat di sebelah selatannya adalah Kabupaten Wonosobo.Dataran tinggi Dieng terletak di sana.
Tah kenapa tempat ini menggelitik saya untuk berkunjung ke sana.
Saya penasaran dengan tempat ini sejak jaman SMA. Mungkin karena hanya ada dua datan tinggi di Indonesia.
Salah satunya ya Dataran Tinggi Dieng ini. Saya terima tawaran teman saya ini denga syarat mampir ke Dieng.
Kebetulan Mas Haryono, teman saya ini, punya kakak yang tinggal di kaki pegunungan Dieng.
Dua puluh lima desember 2004 kamipun berangkat.Besok harinya jam 11 siang kami telah sampai di kota wonosobo.
Sedikit berjalan kaki kita menuju alun alun tepatnya depan SMPN 1 Wonosobo untuk naik angkutan menuju Andongsili (arah dieng).
Kesejukan udara sudah bisa dirasakan selepas kota Banjarnegara. Tapi disini tepat ditengah tengah kota masih terasa sejuk meskipun menjelang tengah hari.
Spontan terucap kalimat "TERNYATA ADA KOTA YANG MENANDINGI BOGOR. BOLEH JUGA TINGGAL DISINI."
kata kata itupun menguap begitu saja karena sejenak kemudian angkot yang di tunggu telah datang dan perjalan ke Dieng pun Berjalan.
perjalanan yang sangat mengesankan dengan pemandangan pegunungan yang masih asri dan hawa yang sejuk membuat saya berkata "WONOSOBO SAYA AKAN BALIK LAGI SUATU sAAT."
Lima Juli 2008 saya kembali menapaki kota ini kembali (Ga sangka). Meskipun saya tidak tahu dimana letak alun alun waktu itu.
Terminal sudah berpindah tempat. Tapi apa yang saya ucapkan tiga setengah tahun silam terwujud hari ini.
Allah mendengar kata kata saya. Mungkin itulah Doa yang di kabul. Kedatangan saya kali ini bukan untuk berwisata ke Dieng.
Untuk meng-khitbah seseorang yang di kenalkan oleh seorang teman. Orang Wonosobo, bukan di kotanya tetapi dikota kecamatan.
Sekitar delapan Km kearah temanggung. Kedatangan saya disambut baik. Buktinya saya pulang dengan hati berbunga bunga he..he..
Dua puluh Juli 2008 saya kembali lagi. Kali ini saya boyong seluruh keluarga saya (yang bisa). Untuk membulatkan azzam saya.
perjalanan lancar, acara pun berjalan lancar. Sedianya pulang dari acara kami akan berwisata ke Dieng. tapi Allah belum berkehendak.
Salah satu mobil tidak bisa menanjka dengan ketinggian pegunungan Dieng. Wal hasil kita pulang tanpa berwisata ke satu tempat pun.
Dua puluh empat agustus 2008 saya resmi menjadi bagian dari keluarga di wonosobo. Menjadi bagian dari kota Wonosobo.
Dan saya bisa tinggal di kota ini kapan pun saya mau, berapa lamapun saya mau (tentunya tergantung sisa cuti hiks..).
Kata kata yang terucap dengan harapan yang besar ternyata menjadi sebuah doa yang kita tidak tahu waktunya akan terkabul.
Sebab jika kita YAKIN doa kita akan dikabulkan Allah niscaya Allah akan mengabulkannya. Karena Allah mengabulkan setiap doa.
Selanjutnya pada kedatangan berikutnya saya kembali tepat di titik pojok alaun alaun dekat SMPN 1 Wonosobo. Ceritanya di artikel selanjutnya aja ya...